Sunday, 12 September 2010

Curhatan Hati Seorang Wanita Lajang

Waktu terus saja bergulir tanpa menyisakan ku sebuah kesempatan untuk berhenti sejenak, menikmatinya dan berusaha untuk bisa menggunakannya dengan bijak.
Setelah aku tersadar, ternyata waktu telah melesat jauh melebihi roket menuju batas millennium baru. Tahun berganti, bahkan pergatian siang dan malam benar-benar tak terasakan lagi oleh ku.
Terdiam aku malam ini, merenungi semuanya yang telah terjadi dalam kurun hampir 24 tahun di dalam hidupku. Aku memikirkan apa saja yang telah aku lewatkan, dan kisah apa saja yang telah sempat mengukir kehidupanku.
Pahit dan getirnya kehidupan ini, telah sedikit banyak mewarnai jalan hidupku. Perlahan tapi pasti aku mulai bisa menyikapi semua yang terjadi dalam hidupku dari sudut pandang yang positif. Karena aku yakin bahwa Allah selalu mempunyai jalan tersendiri bagaimana Dia menyayangi hambaNya..tak terkecuali sedikitpun dengan ku.
Sekilas, lembaran demi lembaran masa laluku mulai terbuka dan aku hanya bisa merenungi semuanya. Aku selalu bersyukur atas apa yang telah aku dapatkan selama ini. Alhamdulillah ya Allah, Engkau begitu sangat menyayangi ku.

H+3
Sebenarnya hari ini adalah H plus 3 lebaran Idul Fitri 1431H, tanggal 12 september 2010 tepatnya. Seharusnya dua hari lagi waktu berliburku telah habis, tapi karena aku sedikit agak-agak nakal

Monday, 6 September 2010

#-1

#1
Selalu akan ada pengalaman baru buat ku.
Dan kali ini, aku memutuskan untuk mencoba berobat kulit...
Yaps....jerawat ku udah mulai gak tertolong lagi,.. hiks =(

Makanya kali ini, aku udah niatin banget buat ikut-ikut facial kaya cewek-cewek pada umumnya.

08.30 WIB
Aku berangkat dari rumah, karena rumah ku jauhnya nujubile dari pusat kota jadi harap maklum jam segitu aku udah bergegas menuju kota Yogyakarta.
Weitsss......
Aku duduk dibelakang, sebenernya hari ini aku yang harusnya jadi sopir, karena memang aku udah menjanjikan untuk nganter doski ke kantor.
Tapi yang namanya cewek, dan gini hari lagi rame-ramenya orang pada mudik yang berakibat jalanan jadi makin rame aja, makanya aku tetep berkeras ngendon dibelakang.
Dengan motor matik, kita melaju menuju pusat kota.